Zy.. bagaimana sebenarnya perasaanmu, ketika realita jauh bertolak belakang dengan setiap rencana yang telah kau susun sempurna? bagaimana bisa senyummu tetap merekah menghiasi wajahmu yang selalu ceria? dengan begitu tenang kau katakan bahwa kita merangkai rencana dengan cita-cita, tetapi Allah merangkainya dengan cinta…

Zy.. apa sebenarnya yang kau rasakan ketika kau berkali-kali kehilangan?Aku ingin menyediakan pundak untukmu bersandar.. namun kau justru begitu tegar. Kau bilang, “Sejatinya kita tidak pernah kehilangan, sebab semua yang ada di diri kita, di hidup kita, adalah milik Allah.. adalah titipan Allah.. Kita tak punya apa-apa”


Zy…

Mengapa kau tak pernah membalas atau paling tidak kesal sedikit saja, ketika banyak orang yang memberikan penilaian buruk terhadapmu? meremehkanmu.. Bagaimana bisa kau berujar “Jika mereka memahami keadaanku, mereka tak akan khilaf dalam memberikan penilaian terhadapku..” 

Zy.. Ketika ikhtiarmu tak kunjung memperlihatkan hasil, pernahkah terbesit dalam benakmu untuk menyerah? mengapa kau selalu ringan melangkah? bagaimana caramu menghujamkan keyakinan bahwa Allah pasti memberikan hasilnya pada saat yang terbaik, ataupun memberikan ganti yang lebih baik.

bagaimana membuat hatimu begitu lembut untuk selalu percaya bahwa setiap usaha takkan pernah sia-sia.. jika bukan hasil yang dicita, maka pahala dan kasih sayang Allah lah yang menyertainya.. Pernahkah kau lelah sedikit saja? Pernahkah dalam kesendirian air matamu menetes satu tetesan saja, atau sekedar matamu berkaca-kaca? Bagaimana bisa kau sekuat ini…

Zy…

Dimana samudera hatimu? Izinkan aku berlayar disana.. Ajari aku memiliki hati seluas itu pula..


Dumai, 27 Rajab 1438 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"