Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Menjamin Perlindungan Anak adalah Tugas Semua Komponen Bangsa

Gambar
 Sejatinya, mendidik dan membesarkan seorang anak bagaikan menanam sebuah tanaman. Bagaimana perlakuan sang penanam terhadap benih tanaman hingga proses penanaman dan pemeliharaan tanaman akan menentukan kondisi tanaman tersebut. Sudahkah ia tertancap pada tanah yang subur, di siram air setiap hari, di berikan pupuk, dan juga diletakkan di tempat terbaik hingga ia bisa tumbuh subur. Tanaman yang mendapatkan perlakuan yang baik akan tumbuh subur dan menghasilkan buah hingga bermanfaat untuk orang lain. Demikian pula seorang anak. Keluarga yang menjadi tempat ia tumbuh akan menentukan bagaimana karakter yang akan terbentuk pada dirinya. Lingkungan di sekitarnya akan membentuk pola pikir, sikap, serta semua hal yang berkaitan dengan dirinya. Anak-anak adalah penentu bagaimana kondisi Bangsa ke depan. Mereka lah yang akan membawa harapan-harapan bangsa pada pundaknya, menjadikan harapan-harapan itu tidak hanya sekedar menjadi tulisan dan pernyataan impian dari generasi sebel...

Lelaki Baik (Another Story)

Rintik-rintik hujan meciptakan melodi indah di sore yang begitu mendamaikan. Membuat basah tanah yang telah sekian lama kekeringan karena dilanda kemarau panjang. Terlebih lagi, ia hadir mendinginkan hati-hati yang telah dikurung lingkaran api emosi, lelah berusaha memadamkan, hampir saja ia meledak karena tuannya tak lagi sanggup menahankan.. Beberapa menit yang lalu sepasang suami istri lewat di depan rumah, berlari kecil karena mereka tak membawa payung yang bisa menaungi agar tidak basah karena kehujanan. Laki-laki itu, berlari kecil sambil menjambak rambut istrinya yang meringis dan berurai air mata, meskipun air mata itu tak terlihat karena disapu air hujan. Mungkin begitu cara suami zaman sekarang membelai perempuan yang dulunya setengah mati ia perjuangkan. I               : jadi perempuan harus bisa mandiri, supaya tidak direndahkan sama laki-laki. (perempuan paruh baya itu akhirnya memulai percakap...

Lelaki Baik

A         :  neng, di zaman sekarang ini, menemukan laki-laki baik itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami, Sulit sekali.. percaya deh..                Maksud saya lelaki baik yang baiknya tidak hanya di tahun awal pernikahan saja, tetapi selamanya... lelaki yang memang dalam menemani hidupmu terus menjadi pendamping setia, pelindung, dan penjaga semua yang ada dalam dirimu dan keluargamu. Kalau lelaki yang baik di tahun-tahun awal pernikahan mah banyak. B         : sulit sekali bukan berarti tidak ada kan bu? A    : ah entahlah, saya sudah kehilangan kepercayaan pada semua lelaki neng. Bayangkan, bukankan sudah saya katakan, menemukan lelaki baik itu seperti mencoba menemukan jarum di tumpukan jerami. Mustahil neng!! Percakapan itu terhenti, gadis muda di sebelah ibu separuh baya itu hanya terdiam tak tahu hendak menjawab apa. Barangkali karena usia nya yang masih terlalu muda, ...