Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Tertawan

Gambar
Dia yang kini terkurung dalam ruang terkunci Sendiri menenggak pahit sunyi teriakan.. tangisan.. tak satupun terlontarkan Terbekukan dalam diam mencekam Cerebrum tak lagi mampu memegang kendali Hati, jiwa, dan pikiran telah sempurna terdistorsi Jalan yang lalu benar-benar ilusi hingga ia terjerembab disini Dia tertawan. sudikah kau menyelamatkan? Padang Bulan, 02 Muharram 1438 H

Karakter Surga

Gambar
Nemu di folder foto PBL, gak tau siapa yang jepret. Ijin dipake fotonya ya Saliters :D Semakin kesini saya semakin menyadari bahwa lingkungan dan pengalaman adalah sekolah yang paling mempengaruhi pembentukan karakter dalam diri manusia. Saya ingat sekali dulu waktu di Sekolah Menengah Atas, Kepala Sekolah kami adalah orang yang tak pernah bosan membahas perihal karakter ini di setiap moment, ketika amanat upacara bendera hari senin, apel pagi hari rabu dan kamis, rohis pagi hari jumat, seusai senam hari sabtu. Selalu saja ada sentilan perihal karakter jika microphone sampai di tangan beliau. Tak peduli cuaca sedang panas terik, mendung sendu, gerimis manja, bahkan saat kabut asap sekalipun. Dan dulunya saya adalah bagian dari siswa yang menggerutu karena bosan sekali rasanya mendengarkan itu-itu saja (maafkan saya pak).   Saat ini, empat tahun setelah saya meninggalkan sekolah tercinta itu, saya menyadari betapa teramat sangat pentingnya masalah karakter ini untu...

Alhamdulillah...

Gambar
 Jadi ceritanya beberapa hari ini benar-benar full di kosan memulihkan badan sambil merenungkan banyak hal. Allah, terimakasih sudah memberikan saya hadiah-hadiah terbaik tak terbayangkan beberapa bulan ini. Meskipun ibadah saya gak karuan. Allah, terimakasih sudah mengirimkan orang-orang hebat dan baik. Orang-orang yang selalu menyayangi dan menuntun saya.. orang-orang yang perhatian dan sukarela memohonkan kebaikan untuk saya dalam doa-doa syahdunya. Meskipun saya orang yang aibnya kayak fenomena gunung es. Allah, terimakasih sudah memberikan saya kekuatan untuk melewatkan banyak hal dan menyelipkan hikmah dibalik setiap kejadian di hidup saya. Meskipun saya banyakan ngeluh dan galaunya daripada ikhtiar dan tawakalnya. Allah, terimakasih sudah menghujani saya dengan cinta dan kasih sayang. Meskipun hati saya suka muter-muter dan maju mundur cantik gak terkontrol. Semoga bagaimanapun bentuk muter-muter dan maju-mundurnya, tetap tidak keluar dari gari...

Musim yang Mana

Gambar
Pada musim yang mana Aku harus pasrah. Menyerah. Berpindah. karena kala awan cerah, ataupun mendung lalu menjatuhkan hujan,             Kau tak pernah datang.                      Hanya aku yang kekeringan                      Atau basah kuyup kedinginan                                                            Sendirian        

Mereka

Gambar
Dari mana pula kita berhak memberikan penilaian terhadap kemudahan hidup seseorang? Mereka yang terlihat melesat cepat, bisa jadi adalah orang-orang yang telah memulai langkahnya jauh lebih awal daripada kita. berjalan, berlari, tertusuk duri, terhenti, memulai langkah kembali, melewati semak belukar, berlari, terjatuh lagi, terluka, putus asa, kecewa, bangkit kembali. Dan banyak orang, mudah saja menjadikan mereka yang “terlihat” lancar jalannya itu sebagai alasan terhadap dia yang masih tertinggal di belakang.  Mereka yang terlihat tenang dan tak berkeluh kesah, bisa jadi adalah orang-orang yang telah puas mengadukan keluh-kesahnya pada Rabb-nya di setiap sujud panjangnya. Maka ia tak perlu lagi berkeluh kesah dihadapan orang-orang yang kebanyakan hanya ingin tahu, tak benar-benar peduli kepadanya, bukankah sia-sia?  Mereka yang terlihat memberikan senyum merekah dan wajah cerahnya setiap saat, bisa jadi adalah orang-orang yang setiap malam berurai air mata...

Fajar dan Senja

Gambar
Adalah aku. Yang diam-diam mengumpul harap di bawah langit gelap. Menghitung detik. Bersabar menjumlahkan hitungan detik 60 kali menjadi menit. Lalu lebih bersabar lagi menghitungnya hingga ribuan bahkan puluh ribuan kali hingga pergantian hari tiba. Adalah aku. Yang diam-diam melangkah membuka pintu lalu duduk di bawah langit yang masih gelap pekat tak ingin tertinggal sedetikpun menyaksikan fajar tiba. Adalah aku, yang setiap hari setia dan tak pernah lupa menyambut fajar dengan mata berbinar, merekam setiap prosesnya hingga bersinar dan mengubah langit gelap menjadi benar-benar terang. Ia.. yang menghidupkan setiap benda di dunia dengan sentuhannya. Detik kembali berjalan, mengubah dini hari menjadi pagi, berganti siang, hingga sore. Lalu diantara sore dan malam ada senja ditengah-tengahnya. Adalah kau. Yang setiap hari mengejar waktu agar setiap urusan terselesaikan tepat waktu, lalu dengan tenang duduk dibawah langit senja, merekam pergantian siang menjadi malam ...