"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"
Melihat perubahan zaman yang begitu cepat karena perkembangan
teknologi sekarang, Pernahkah terlintas di pikiran kita kondisi seperti apa
yang akan terjadi pada beberapa tahun yang akan datang?
Bagaimana jika di masa yang akan datang, ternyata anak-anak
sudah tidak lagi punya cita-cita menjadi seorang guru, dokter, perawat, bidan,
tentara, astronot, dan berbagai profesi yang kita impikan ketika kita kecil
dulu?
Bagaimana jika ternyata cita-cita anak-anak berubah...
Ketika diberikan pertanyaan, "Kalau sudah besar, kamu
mau jadi apa, nak?"
Kemudian jawaban mereka tidak terduga..
"Ibu... Saya mau jadi selebgram.. Jadi endorser
terus dapat banyak uang"
atau..
"Ibu... Saya mau jadi beauty vlogger"
Bagaimana jika pada akhirnya ambisi hidup generasi yang akan
datang adalah punya banyak followers, dilihat banyak orang, menjadi terkenal,
mendapat banyak pujian, dan akhirnya punya banyak uang?
Ah, iyaa... punya banyak followers di sosial media dan
dikenal banyak orang itu baik. Jika dengan keadaan itu kita mampu menebarkan
kebermanfaatan untuk orang banyak, menginspirasi banyak orang untuk ikut
tergerak melakukan kebaikan. Tapi bagaimana jika ambisinya hanyalah mengejar
ketenaran tanpa kebermanfaatan?
Bagaimana jika pada akhirnya perempuan benar-benar kehilangan
al-haya' (rasa malu) dalam dirinya?
Malu untuk diperhatikan banyak laki-laki, malu untuk
berlebihan dalam berinteraksi dengan lelaki, malu untuk mempertontonkan
"perhiasan"nya.
Karena perlahan sekarang kondisi ini semakin banyak terjadi
kan? Hari ini kita sudah melihat bagaimana perempuan-perempuan mengikuti
berbagai challenge di sosial media, merekam video mereka yang sedang
bergoyang-goyang, video tersebut di -upload kemudian viral, disaksikan
begitu banyaaak pasang mata.
Kompetisi-kompetisi lebih banyak pada kompetisi menyanyi, dan
menari. Bukan cuma di acara televisi, tapi juga pada banyak kegiatan dan acara
di masyarakat. Balita-balita sudah mahir goyang dua jari, nyanyi lagi cantik
atau apalah yang sejenisnya, kemudian ibu-ibu mereka dengan bangga merekam dan
mempublikasikannya.
Bagaimana untuk tahun-tahun yang akan
datang?
Tantangan hidup dan ujian keimanan akan semakin beraaat...
Tanpa bekal ilmu dan keimanan yang menghujam, akan sulit bagi kita untuk bisa
kuat melawan arus.
Semoga Allah senantiasa menjaga kita, menjaga keluarga kita,
hari ini, esok, dan seterusnya.
Semoga kita tetap istiqomah dalam ketaqwaan, tetap bertahan,
meskipun tuntutan zaman berlawanan Aamiin..
Komentar
Posting Komentar