Fajar dan Senja
Adalah aku. Yang diam-diam mengumpul harap di bawah langit gelap. Menghitung detik. Bersabar menjumlahkan hitungan detik 60 kali menjadi menit. Lalu lebih bersabar lagi menghitungnya hingga ribuan bahkan puluh ribuan kali hingga pergantian hari tiba. Adalah aku. Yang diam-diam melangkah membuka pintu lalu duduk di bawah langit yang masih gelap pekat tak ingin tertinggal sedetikpun menyaksikan fajar tiba. Adalah aku, yang setiap hari setia dan tak pernah lupa menyambut fajar dengan mata berbinar, merekam setiap prosesnya hingga bersinar dan mengubah langit gelap menjadi benar-benar terang. Ia.. yang menghidupkan setiap benda di dunia dengan sentuhannya. Detik kembali berjalan, mengubah dini hari menjadi pagi, berganti siang, hingga sore. Lalu diantara sore dan malam ada senja ditengah-tengahnya. Adalah kau. Yang setiap hari mengejar waktu agar setiap urusan terselesaikan tepat waktu, lalu dengan tenang duduk dibawah langit senja, merekam pergantian siang menjadi malam ...