Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Azzam Jiwa Perih

Gambar
sumber gambar: https://c1.staticflickr.com/5/4147/4957952259_3da7644cee_z.jpg Memoar berpendar bersama jingga senja yang perlahan memudar Jiwa itu senja.. Sejak kau terus berusaha menarik mentari yang bertengger disana Tak terang.. tak gelap.. Samar-samar dalam pengharapan yang hadirkan luka memar Awan di singgasana jenuh mendengar setiap keluh Langitpun mengaduh Ia harus bagaimana? Jika hanya mereka tempat berteduh Hampir kelam sudah... Jiwa senja akan menjadi malam Berilah rembulan.. Ia gamang dalam kegelapan Beri setitik saja penerangan dalam dingin yang menikam sampai ke tulang Mengapa kau tak mengenal kasihan!! Kau tau? Ia akan tetap bertahan, mengawang di atmosfer yang mengekang Keyakinan...keraguan..tak bisa dibedakan Kau dan hujan.. kau dan kehangatan.. atau kau dengan angin menyejukkan Kau tak akan temui tandingan. Logikamu tak akan pernah paham, sambaran gemuruh ia rasa menyenangkan Biar senja menjadi malam, ia tak bu...

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

Gambar
  “Mau menunggu yang bagaimana lagi mbak? mbak ingin yang seperti apa?” Suatu kali aku bertanya padanya. Dia yang tengah sibuk menikmati setiap menit-menit   pergantian siang menjadi malam. Dia menoleh, menatap mataku yang menyimpan banyak tanya. Diam.   Matanya berkaca-kaca. Sungguh, sekian lama aku telah mengenalnya tapi aku tak pernah bisa membaca isyarat matanya. Aku melihat luka dan bahagia di saat yang sama, entah perasaan seperti apa yang sebenarnya ia rasa. “bukankah tidak baik jika perempuan terus-menerus melakukan penolakan? Jika sudah baik agamanya, baik akhlaknya, mapan, elok rupanya, lalu alasan kuat apa lagi yang mendasari penolakan itu, Mbak?” Dia kembali menoleh.. “mbak gak nyangka ternyata kamu sudah sedewasa ini” jawabnya sambil melempar senyum ke arahku. “Apakah ada yang mbak tunggu” aku tak menyerah, aku masih belum mendapatkan jawaban. Dia mengangguk pelan. Hening. Aku menunggu penjelasan. “bagaimana jika dia tidak tahu jika mbak menu...

Batas Pertemuan

Gambar
Surat Kecil Untuk Adinda Mungkin aku telah lupa masa awal pertemuan kita bermula Namun yang ku tau saat ini ukhuwah kita telah terjalin dalam beberapa masa yang menurutku tak singkat Untaian kata berisi nasihat dan do’a senantiasa bertautan dalam lisan dan hembusan nafas Berusaha memahami keping-keping dihati kalian yang ku rajut dengan indah Dan aku menganggap ukhuwah ini adalah anugrah terindah yang takkan terlupa. Kado dari Rabb kita Allah Yang Maha Pemurah Sayang-Nya Adinda, surat kecil ini khusus tertulis untuk kalian yang kucinta Kalian yang mengisi gerbong-gerbong dakwah dengan kehadiran kalian di salah satunya Kalian yang mengisi ruh dakwah dengan semangat di hati kalian Kalian yang mengisi hari-hari kalian dengan ilmu penuh manfaat dunia akhirat Tetaplah berada disisi-sisi kebaikan Islam.. Karena disana kalian akan menemui hakikat kehidupan Dan lakukanlah semua itu dengan cinta yang hanya karen...