“Mau menunggu yang bagaimana lagi mbak? mbak ingin yang seperti apa?” Suatu kali aku bertanya padanya. Dia yang tengah sibuk menikmati setiap menit-menit pergantian siang menjadi malam. Dia menoleh, menatap mataku yang menyimpan banyak tanya. Diam. Matanya berkaca-kaca. Sungguh, sekian lama aku telah mengenalnya tapi aku tak pernah bisa membaca isyarat matanya. Aku melihat luka dan bahagia di saat yang sama, entah perasaan seperti apa yang sebenarnya ia rasa. “bukankah tidak baik jika perempuan terus-menerus melakukan penolakan? Jika sudah baik agamanya, baik akhlaknya, mapan, elok rupanya, lalu alasan kuat apa lagi yang mendasari penolakan itu, Mbak?” Dia kembali menoleh.. “mbak gak nyangka ternyata kamu sudah sedewasa ini” jawabnya sambil melempar senyum ke arahku. “Apakah ada yang mbak tunggu” aku tak menyerah, aku masih belum mendapatkan jawaban. Dia mengangguk pelan. Hening. Aku menunggu penjelasan. “bagaimana jika dia tidak tahu jika mbak menu...
oleh : dian ramadhani Begitu banyak episode yang telah berlalu.. Aku telah mengitari orbit baru Meluluh lantakkan terowongan lalu Melempar sendu Menghantam bisu Detik ini kutemui disini Di sepertiga jalan ini, di sudut kota, di tengah ribuan jiwa Sekilas kurasa “ada” Masih lekat disana.. Tertempel menyatu di permukaan jiwa Sekian lama “berpura-pura” merasa maya
Melihat perubahan zaman yang begitu cepat karena perkembangan teknologi sekarang, Pernahkah terlintas di pikiran kita kondisi seperti apa yang akan terjadi pada beberapa tahun yang akan datang? Bagaimana jika di masa yang akan datang, ternyata anak-anak sudah tidak lagi punya cita-cita menjadi seorang guru, dokter, perawat, bidan, tentara, astronot, dan berbagai profesi yang kita impikan ketika kita kecil dulu? Bagaimana jika ternyata cita-cita anak-anak berubah... Ketika diberikan pertanyaan, "Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?" Kemudian jawaban mereka tidak terduga.. "Ibu... Saya mau jadi selebgram .. Jadi endorser terus dapat banyak uang" atau.. "Ibu... Saya mau jadi beauty vlogger " Bagaimana jika pada akhirnya ambisi hidup generasi yang akan datang adalah punya banyak followers, dilihat banyak orang, menjadi terkenal, mendapat banyak pujian, dan akhirnya punya banyak uang? Ah, iyaa... punya banyak followers di s...
Komentar
Posting Komentar