Allah Maha Tahu

Tentang desir hati yang kita sembunyikan dalam kelambu sendu

Kita dekap penuh harap

Kita tutup pintu rapat-rapat

Allah Maha Tahu, kan?


Kau ingat mendung sendu januari?

Tiap hari awan berat, lalu berpindah tempat

Tanah kita hanya menatap awan gelap.

Tega benar angin membawanya pergi

Mengguyur air sejuk di tanah yang lain lagi.


Berkali-kali..

Kita hanya terkungkung mendung.


Februari..

Angin berbaik hati.

Hujan tumpah di tanah kita yang lama mendamba basah.


Benarlah, 

Allah Maha Tahu.


Dumai, 04 Jumadil Akhir 1438 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"