siapalah kita yang seringkali berbangga diri, padahal tak setitikpun yang ada pada diri kita adalah milik kita. Prestasi yang kita banggakan tidak lain adalah karena kebaikan dan kemurahan Allah. 


Ibadah yang dibanggakan tidak lain juga karena Allah yang menggerakkan hati kita. Adalah taufiq dan hidayah Allah.


Ketika memandang sebelah mata teman yang tertatih memulai hijrahnya, tidakkah kita sadar bahwa kita pun pernah berada di posisinya? Orang-orang yang menyambut baik kita ketika hijrah, jalan-jalan Allah yang terasa lapang dan menenangkan dalam prosesnya.. semua adalah kemudahan dan pemberian Allah. Adalah kasih sayang Allah.


Sayang… apakah yang bisa kita banggakan? bahkan hati dan pikiran kita bukanlah milik kita. Semua adalah titipan, mudah sekali bagi Allah untuk mengambilnya kembali. Mudah sekali.


Dumai, malam 12 Ramadhan 1438 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"