Allah Selalu Tepat Waktu

Dalam berbagai hal, setiap kita melalui proses masing-masing dan waktunya masing-masing..

Ada yang langsung lulus pada Perguruan Tinggi Negeri yang dia inginkan.. Ada pula yang tertunda, dan mempersiapkan diri untuk seleksi tahun berikutnya.

Ada yang bisa segera menyelesaikan kuliahnya dan tak perlu menunggu lama, ia memperoleh perkerjaan yang tetap dengan gaji yang menjanjikan, ada yang bisa segera menyelesaikan kuliahnya namun melalui proses panjang untuk memperoleh pekerjaan yang stabil, dan ada pula yang kelulusannya tertunda karena begitu banyaknya rintangan yang harus dilalui satu persatu, namun pasca kelulusan langsung memperoleh pekerjaan menjanjikan.

Ada yang merintis usaha sedikit demi sedikit dan membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk bisa menjadi pengusaha yang berhasil. Ada pula yang mampu sukses tanpa waktu yang lama.

Ada yang telah menikah di usia muda dan memulai segala sesuatunya dari awal. Di bagian bumi lain, ada yang Allah pertemukan dengan jodohnya di usia “warning” atau bahkan telah terlewat dari usia “warning” Namun ia menikah dalam kondisi pendapatan yang telah stabil dan langsung mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan berumah tangga, seperti rumah, yang pada umumnya pasangan suami isteri membutuhkan cukup banyak waktu untuk membangunnya.

Ada yang beberapa minggu setelah pernikahan, Allah karuniakan amanah pada rahimnya.. Disisi lain, ada yang telah bertahun-tahun lamanya mendambakan kehadiran anak, namun ia tak kunjung hadir. Meski telah banyak ikhtiar yang dilakukan. Meski mukena dan sajadah selalu basah karena air mata permohonannya kepada Allah.

Sayang… Allah lebih tau kapan waktu-waktu yang terbaik. Tak ada yang cepat, tidak ada pula yang terlambat. Allah selalu tepat waktu.
Ini kisah nyata tentang sepasang suami isteri yang telah lama merindukan kehadiran seorang anak. Lama sudah mereka merasa sepi. Setelah 5 tahun usia pernikahan, akhirnya mereka memutuskan mengadopsi bayi dari keluarga kurang mampu. Mereka merawat bayi itu dengan sepenuh hati. Setelah 6 tahun berlalu, ketika anak ini telah memasuki usia Sekolah Dasar, berita bahagia itu datang. Sang istri akhirnya menerima amanah Allah di rahimnya. Betapa tak terkiranya bahagia pasangan ini. Setelah 11 tahun lamanya mereka menikah, setelah mereka telah ikhlas pada ketetapan Allah jika memang Allah tak izinkan mereka memiliki anak. Allah… Maha Baiknya Allah memberikan kejutan. Lalu dua tahun kemudian, lahir pula anak kedua mereka. Disaat sang isteri telah memasuki usia kehamilan yang berisiko, tapi Maha Kuasa Allah membuat segala sesuatunya baik-baik saja.
Tentu 11 tahun adalah proses yang panjang.. Sang isteri itu…Entah sudah berapa deras air mata yang jatuh dalam harapnya, ataupun air mata yang tertahan setiap kali ada lisan-lisan yang mudah saja melontarkan pertanyaan “kapan”
Dan begitu pula sang suami.. Entah seberapa kokoh bendungan pada sudut matanya sehingga mampu menahan derasnya air yang akan tumpah, agar isterinya tak semakin lemah. Betapa setianya ia menunggu..
Semoga Allah limpahkan banyak kebaikan dan keberkahan di hidup mereka, dan orang-orang yang bertahan dalam kesabaran dan keikhlasannya.

Sayang… Tak ada yang cepat, dan tidak ada pula yang terlambat.. Allah selalu memberikan segala sesuatu di kehidupan kita disaat yang tepat.

Dumai, malam 10 Dzulhijjah 1438 H
(Postingan dari Tumblr yang dipindahkan kesini)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"