Lelaki Baik

A         :  neng, di zaman sekarang ini, menemukan laki-laki baik itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami, Sulit sekali.. percaya deh..
               Maksud saya lelaki baik yang baiknya tidak hanya di tahun awal pernikahan saja, tetapi selamanya... lelaki yang memang dalam menemani hidupmu terus menjadi pendamping setia, pelindung, dan penjaga semua yang ada dalam dirimu dan keluargamu. Kalau lelaki yang baik di tahun-tahun awal pernikahan mah banyak.
B         : sulit sekali bukan berarti tidak ada kan bu?
A    : ah entahlah, saya sudah kehilangan kepercayaan pada semua lelaki neng. Bayangkan, bukankan sudah saya katakan, menemukan lelaki baik itu seperti mencoba menemukan jarum di tumpukan jerami. Mustahil neng!!
Percakapan itu terhenti, gadis muda di sebelah ibu separuh baya itu hanya terdiam tak tahu hendak menjawab apa. Barangkali karena usia nya yang masih terlalu muda, ia belum memiliki pengalaman tentang lelaki. Lelaki yang dikenalnya hanya teman-teman lelakinya di kampus yang interaksinya hanya seputar hal-hal penting yang terkait dengan perkuliahan, sedangkan ayahnya telah meninggal dunia sejak usianya 3 tahun. Ia sama sekali tak tahu persis sifat lelaki.

Sementara di depan mereka berdua duduk seorang wanita dengan bayi mungil di dekapannya. Ia menatap kosong pada jalanan, matanya sembab. Ia terhanyut dalam kenangan-kenangan masa lalu. Dia yang dulu begitu bermimpi akan melalui kisah seperti putri dalam negeri dongeng, menemukan pangeran dan hidup bahagia selamanya. Dia yang begitu yakin bahwa ia akan menemukan seorang lelaki yang seperti ayahnya. Lelaki yang begitu mengayomi keluarganya. Lelaki yang selalu ada mendengarkan setiap keluh kesah istri dan juga ketiga putrinya. Lelaki yang dalam setiap katanya begitu menenangkan. Lelaki yang menancapkan kesetiaannya dengan begitu kokoh pada cinta seorang wanita yang telah ia pilih, ibunya. Ia begitu berharap bisa melalui hari-hari seperti yang dirasakan oleh ibunya.
Enam tahun yang lalu ia menemukannya. Seorang lelaki yang memperlakukannya bagaikan seorang Ratu. Ia merasa sangat beruntung pada saat-saat itu. Namun benarlah yang dikatakan oleh banyak orang, masa-masa bahagia itu hanya berlangsung selama tiga tahun pernikahan. Setelah itu hubungan itu benar-benar hambar.. hingga kemudian 2 hari yang lalu kenyataan itu ia temukan sendiri. Bagaikan ada gemuruh yang menyambar istana megah di dalam hatinya. Lelaki itu... seseorang yang ia anggap bisa menjadi pangeran abadinya hingga kematian yang menjadi pemisah, justru telah menikahi wanita lain. Ia begitu terluka hingga memutuskan untuk kembali pulang.. ia ingin bertemu ayahnya, meyakinkan dirinya bahwa lelaki baik itu benar-benar ada..

“mengapa cinta begitu tidak adil? Ia mampu menghujam dalam di hati seorang perempuan hingga menciptakan kesetiaan, melahirkan tanggung jawab, kewajiban, dan komitmen hingga akhir hayatnya. Namun mengapa itu tak berlaku pada lelaki....??”

Bus melaju.. meninggalkan jejak-jejak kenangan yang ia ciptakan di kota itu. Ia ingin pulang.. ia ingin tenang..

Komentar

  1. The next generation of "surga yang tak dirindukan" by wonderful dian 😙

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah nonton film nya cak? kece-an mana sama Assalamu'alaikum Beijing?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"