Relakan, tuan..



Untuk segala yang tumbuh pada tempat yang tak semestinya,
Tak seharusnya pula dipelihara.
Cabutlah tuan..
Relakan, campakkan..

Meski akarnya menjalar dalam diam
Walau batangnya bertumbuh dalam kegelapan
Bahkan daunnya tetap hijau dalam kekeringan, tanpa hujan
Tak satupun jiwa mampu bersembunyi dari Tuhan.


Dumai, 10 Muharram 1440 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"