01 Muharram 1440 H



Sudah sampai dimana hijrahmu?

Apakah maksiat masih terasa nikmat? 

Apakah kesibukanmu adalah kesibukan yang semakin mendekatkan diri kepada Allah? atau malah menjadi detik-detik waktu yang melalaikan?

Adakah amal-amal baikmu selalu bertambah? Atau adakah amal-amal baik yang kau kerjakan benar-benar menghujamkan kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah? atau jangan-jangan setan berhasil masuk diam-diam melalui celah-celah tidak kasat mata di hatimu dan menjadikanmu merasa bahwa dirimu lebih baik dari orang-orang yang belum melakukan amal yang sama? Bukankah semestinya amal kebaikan akan menumbuhkan ketaqwaan kepada Allah... Menjadi semakin takut kepada Allah, semakin merasa kurang dalam penghambaan kepada-Nya, semakin sibuk berbenah sehingga tidak lagi memiliki waktu untuk memberikan penilaian dan penghakiman kepada yang lainnya. 
Sebab kita tak pernah tau, bisa jadi mereka yang terlihat awam di mata manusia justru adalah hamba yang begitu mulia di hadapan Allah.

Sudahkah kau menjadi anak shalihah yang berbakti pada orang tuamu? Yang menjadi penyejuk mata dan hatinya.. Atau justru lisan dan perbuatanmu justru menggores-gores hatinya, menumpahkan genangan-genangan di sudut matanya, membuat mereka kecewa.. membuat mereka terluka.

Sudahkah akhlakmu menentramkan dan memberi kedamaian bagi orang-orang disekitarmu? Atau malah sebaliknya, kau malah telah dzhalim terhadap mereka, mencederai hati dan perasaan mereka.

Sudah sampai dimana hijrahmu?
Sudahkah dirimu menjadi hamba yang lebih mulia dihadapan Allah atau malah lebih hina?

Selagi Allah masih memberimu waktu, masih ada kesempatan untuk berbenah.. Jangan menyerah, jangan berhenti di tengah atau bahkan berbalik arah! Jangan!!

Semoga ampunan, hidayah, rahmat, dan karunia Allah senantiasa bersamamu..



(Tulisan ini untuk diriku sendiri 😢)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"