Tertawan




Dia yang kini terkurung dalam ruang terkunci
Sendiri menenggak pahit sunyi
teriakan.. tangisan.. tak satupun terlontarkan
Terbekukan dalam diam mencekam

Cerebrum tak lagi mampu memegang kendali
Hati, jiwa, dan pikiran telah sempurna terdistorsi
Jalan yang lalu benar-benar ilusi hingga ia terjerembab disini

Dia tertawan.
sudikah kau menyelamatkan?

Padang Bulan, 02 Muharram 1438 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"