Mereka




Dari mana pula kita berhak memberikan penilaian terhadap kemudahan hidup seseorang? Mereka yang terlihat melesat cepat, bisa jadi adalah orang-orang yang telah memulai langkahnya jauh lebih awal daripada kita. berjalan, berlari, tertusuk duri, terhenti, memulai langkah kembali, melewati semak belukar, berlari, terjatuh lagi, terluka, putus asa, kecewa, bangkit kembali. Dan banyak orang, mudah saja menjadikan mereka yang “terlihat” lancar jalannya itu sebagai alasan terhadap dia yang masih tertinggal di belakang. 

Mereka yang terlihat tenang dan tak berkeluh kesah, bisa jadi adalah orang-orang yang telah puas mengadukan keluh-kesahnya pada Rabb-nya di setiap sujud panjangnya. Maka ia tak perlu lagi berkeluh kesah dihadapan orang-orang yang kebanyakan hanya ingin tahu, tak benar-benar peduli kepadanya, bukankah sia-sia? 

Mereka yang terlihat memberikan senyum merekah dan wajah cerahnya setiap saat, bisa jadi adalah orang-orang yang setiap malam berurai air mata, tersedu-sedu bercerita panjang lebar kepada Tuhannya. Kita tahu apa?

Mereka yang terlihat bahagia bukan berarti ia tak pernah kecewa, tak terluka, bahkan mungkin mereka adalah orang-orang yang melalui jalan yang lebih menyakitkan, namun hatinya begitu luas untuk bisa melalui jalan Allah untuk mendidiknya, dan menjadikan setiap kesulitannya sebagai peluang untuk menggugurkan dosa dan peluang untuk berpahala. Tak seperti kebanyakan manusia yang lainnya.. sedikit berbuat, terlalu banyak mengumpat. Astaghfirullah..

“Robbana dholamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin “ ( Al-A`raf : 23)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"