Yang tak terlihat secara kasat mata, bukan berarti ia tiada...
Tidak semua hal di dunia ini bisa dipastikan keberadaannya hanya melalui
mata, hanya apa yang bisa dilihat saja. Ada begitu banyak hal yang tersembunyi
tapi justru memiliki nilai yang lebih berarti. Ada begitu banyak hal yang tak
bisa dilihat nyata padahal ia sungguh berharga.
Di laut yang tenang, bukankah kita hanya
bisa menyaksikan air yang tergenang, atau dari dekat bisa melihat ikan
yang berenang. Setiap mata hanya mampu melihat permukaannya saja, tanpa tahu
ada yang berharga di dasarnya. Jauh di dasar laut yang tenang itu mutiara yang
indah duduk di singgasananya, tak sembarang mata bisa menjamahnya. Mutiara ini
terjaga, dan begitu mahal harganya. Selalu begitu, sesuatu yang terjaga akan
lebih bermakna.
Tidak hanya itu, kita pasti mengenal tanaman kaktus. Kaktus adalah
tanaman yang mampu bertahan hidup dalam kekeringan dalam waktu yang sangat
lama. Apakah yang membuat kaktus itu dapat bertahan dalam waktu yang lama? Tak
ada yang bisa melihatnya. Kita hanya melihat batang kaktus serta durinya, tanpa
tahu sesuatu yang tersembunyi di tanah pijakannya. Disana tersembunyi akarnya
yang panjang, yang memberikan usaha maksimal dalam pencarian dan penyerapan air
untuk tanaman itu agar ia mampu bertahan hidup. Akar kaktus ini tak terlihat,
tapi begitu bermakna keberadaannya, begitu berharga.
Bukankah dalam hidup ini pun begitu. Yang tak terlihat secara kasat mata,
bukan berarti ia tiada. Cinta misalnya, kita tak bisa membuktikan keberadaan
cinta itu hanya dari apa yang bisa dilihat saja, atau melalui apa yang sudah
diutarakan melalui perkataan. Kau tau? Orang yang memiliki rasa cinta yang luar
biasa justru sering tak mampu mengekspresikannya dalam wujud kata-kata. Baginya
terlalu sulit memberikan definisi tentang cinta, tak ada batasan, tak ada yang
dengan sempurna bisa memberikan gambaran, kemudian ia memilih diam. Namun
sejatinya ia diam hanya dalam hal melisankan, tetapi batinnya tak pernah diam.
Selalu saja melayangkan doa-doa kebaikan untuknya, untuk orang yang ia cinta.
Mungkin inilah makna cinta yang sesungguhnya. Hanya ia, malaikat, serta
Tuhannya yang paham benar seberapa besar ukuran kecintaanya. Seiring
berjalannya waktu, orang yang benar-benar cinta akan semakin memiliki kekuatan
untuk bertahan dalam penjagaannya, jika memang belum sampai masanya.
Pada kenyataannya di dunia ini terlalu banyak “pecinta” yang
terburu-buru, mengaku memiliki cinta yang menggebu-gebu. Sibuk mengumbar
perasaannya yang pada akhirnya justru menjadi hambar!
Komentar
Posting Komentar