Sajak terserak!



Hidupku adalah puisi..
Setiap baitnya kaulah yang menginspirasi
untaian kata menjelma bayangmu yang tak terjamah retina
                                 
kini ia menjadi kumpulan lembaran tak berarti
tertata rapi di altar dalam ruang jiwamu yang sepi
masih menanti...

diiringan langkahmu, ialah sajak yang berkontribusi dalam setiap jejak
meski kemudian terserak, terpijak, lalu terkoyak..
namun tak ia temukan rasa muak!
Biarlah.. pengorbanan bukanlah untuk sebuah imbalan.
Pengorbanan bukanlah jaminan terhindar dari pengabaian..

Aku hanyalah barisan kata, meski tak kau baca.
mengabadikan kisahmu yang penuh warna
hanya “mengabadikan” bukan ikut “berperan”
aku hanyalah sajak yang terserak
di laut rasa yang beriak

Komentar

  1. Balasan
    1. hehe...
      iseng aja kak :D
      ceritanya masih seperti yang dulu~ :)

      Hapus
  2. iseng aja dah bagus banget, apalagi kalo serius nulisnya.. :D
    kayak lagu dek.. aku masiiih seperti yaang dulu, menungggumu hingga akhir hidupkuuuu,, hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"