Di...
Di,
sampai di titik manakah kini kau berpijak..
Adakah
di sepertiga jalan?
Mengapa
tak lagi kau mengabarkan?
Ada
jiwa yang khawatir kau gamang di perjalanan tanpa teman
Di,
entah sampai kapan kau berpura-pura biasa
Bertingkah
seolah semua akan mereda meski tak terujar sebuah kata
Sebuah
kata saja! yang bisa menggambarkan betapa telah sekian lama kau merasa hampa
Membiarkan
segalanya tetap berakhir dengan tanda tanya.
tak
terhitung detik waktu yang kau lalui dalam ruang itu
bersemayam
dalam bisu
pasrah
saja membiarkan waktu menjadi penentu
Di,
ada isyarat yang tak bisa ditutupi
Dalam
kesendirian ingin ada yang memperhatikan
Ada
cemburu pada jiwa yang tak pernah ragu melewati jalan berliku
Pada
mereka yang semangatnya kian membara walau rentetan ujian mendera
Pada
jiwa-jiwa yang berurai air mata dalam sujudnya di setiap malam ketika yang lain
tak terjaga
Pada
lisan-lisan yang berhias lantunan Al-Qur’an
Pada
nurani yang keyakinannya tetap menghujam meski tuntutan zaman berlawanan!
Di, kau hanya sebongkah. Tapi
gelisahmu membuat resah setiap sisi yang dilalui aliran darah
Satu hal yang harus kau
pahami ada mimpi yang tak bisa terealisasi jika kau pertahankan egomu untuk
menyendiri!

Komentar
Posting Komentar