aku masih tak menemukanmu…
sesungguhnya aku telah merasa, semenjak pertemuan
pertama kita pada hari itu setelah jarak membatasi frekuensi pertemuan kita…
kau tau? Aku telah mendengar banyak cerita tentangmu sebelum ini, tapi sungguh
begitu besarnya kasih sayangku padamu membuat aku enggan percaya. Aku tak
percaya, bagaimana bisa?
Bagaimana bisa kau menjadi selemah dan segoyah ini…
bagaimana bisa hatimu yang dulu lembut menjadi sekeras ini?
Bukankah dulu jiwamu
begitu kekar,
hingga tak ada satupun yang mampu membuatmu gentar.
Bukankah kau dulu begitu tegar, hingga dalam luka
pun hanya senyum hangat yang kau tebar..
Kau tahu? Aku begitu mengagumimu, mengagumi kasih
sayangmu, mengagumi ketaatanmu, mengagumi semangat dan kerja kerasmu, mengagumi
lisanmu yang selalu terjaga…
Mengapa waktu begitu cepat merenggutmu, kau yang
dulu.
Aku tak ingin percaya, setelah sekian lama
kebersamaan kita dalam mengukir jejak langkah dalam perjuangan itu… dalam setiap
detail peristiwa semenjak Allah mempersatukan kita di ranah yang sama, bahkan
juga di suatu kepentingan yang sama.
Aku tak tahu bagaimana harus ku jelaskan padamu.
Aku merindukanmu, ceritamu, senyum hangatmu, dan derai tawa itu..
Semoga waktu cepat mengembalikanmu, seperti halnya
ia merenggutmu..
Kembalilah..
Aku mohon kembalilah... aku merindukanmu!

Komentar
Posting Komentar