Alam Lara..



 Alam raya saksi nyata tak bersuara
atas jerit senjata memuntahkan pelurunya
atas semburan darah yang membasahi tanah

Ini bukan lagi tentang perjuangan kemerdekaan, kawan!
bukan lagi tentang bendera yang hendak dikibarkan
ini hanya tentang perjuangan pemikiran!
kekuasaan, jabatan dan ketenaran..

senjata dusta mematikan realita
melukai yang ikhlas mengabdi
mencaci yang berpotensi
menjunjung tinggi yang tak berbudi

tak harus bisa berpendar untuk menjanjikan sinar
tak harus mencurahkan tetesan kesejukan untuk menjanjikan awan
kau hanya perlu melantunkan irama untuk berdiri di singgasana
merangkai kata bak pujangga, melempar aura wibawa
lalu bebas melanglang buana!

Pohon kayu saksi bisu berita sendu yang dihantar sang bayu
Alam raya hanya saksi nyata tak bersuara..
Alam raya alam lara…
Lara rasa lara duka lara luka

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. diaaan!! Hebaaat puisinya. Semuanya hebat. Alhamdulillah hebat. Lanjutkan:))

    BalasHapus
  3. aaaaaa...ocoool... :D
    Alhamdulillah..Makasih ocol :) ocol juga hebat!!

    BalasHapus
  4. alhamdulillah. eh tapi hebat puisinya diaaan, nyentuh kali bacanya. asli hebat!

    BalasHapus
  5. alhamdulillah.. makasih ya :)
    udah, jangan dipuji lagi col. nanti ntah kemana-mana ak terbang jadinya. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"