Inikah yang Namanya, Cinta..??

“Senandung sang bayu mendayu-dayu membelai rinduku. Memanjakan cinta kita yang indah tak terkira. Oh senja, takkan ku izikan kau melerainya…”

Mungkin begitulah suasana hati yang menyelimuti sepasang kekasih yang masih terlalu muda (baca : anak-anak) yang saya temui sepulang kuliah beberapa hari yang lalu. Dengan saling bergandengan tangan, kemudian berangkulan,menikmati indahnya detik-detik menuju senja..
Inikah yang dinamakan cinta?? Objek yang selalu hangat di perbincangkan di jejaring sosial, di kantin, di ruang kelas, di bawah rimbunan dedaunan taman sekolah, bahkan di musholla..
Remaja-remaja sibuk Meng-update status facebook atau tweet galau karena cinta yang begitu memukau.. meng-upload foto-foto di instagram kemudian di tag ke si “dia”.. atau check in foursquare setiap saat supaya si “dia” tau kita ada dimana dan nggak khawatir atau curiga *GUBRAAAAKS*

“Dunia serasa mati tanpa kau disisi, atau aku tanpamu butiran debu, atau hidup untukmu mati tanpamu” apapun itu, sedemikian sempitkah definisi cinta itu sendiri? Hampir sebagian besar remaja yang apabila diberi Pertanyaan tentang cinta, selalu saja memberikan jawaban yang berkaitan dengan masalah perasaannya kepada pujaan hatinya.

Terlepas dari itu, kita pasti merasakan cinta dan kasih sayang yang begitu luar biasa dari kedua orang tua. Yang setiap saat selalu menghadirkan kita dalam setiap doanya. Yang setiap peluh dan lelahnya adalah untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Yang ikut terluka ketika anaknya berduka.. bahkan untuk mengorbankan nyawapun mereka rela.

Orang tua beserta semua cinta dan kasih sayangnya hanyalah sekedar ciptaan dari Yang MahaKuasa, Allah SWT. Lalu pernahkah terbayang oleh kita akan Kasih sayang dari Pencipta cinta itu sendiri? Pencipta dan pengendali setiap hati? Betapa setiap hari, setiap jam, menit, bahkan di setiap helaan nafas kita, Allah selalu menghujani kita dengan cinta-Nya. Tidak perlu menelaah terlalu jauh, cukup lihatlah diri kita beserta semua sistemnya yang begitu sempurna. Mulai dari Sistem pernafasan, pencernaan,  peredaran darah, sistem saraf dan berbagai sistem lainnya beserta semua organ, jaringan, dan sel yang ada dalam tubuh kita dengan semua tugasnya adalah salah satu bukti cinta Allah yang tak terkira..yang tak terhitung jumlahnya. Itu masih yang di dalam tubuh kita bukan? Belum lagi segala keindahan dan kenikmatan yang senantiasa Allah berikan.. bumi beserta segala isinya yang memenuhi segala kebutuhan manusia dan menyejukkan mata, serta luasnya lautan ilmu pengetahuan yang di bentangkan-Nya dalam suatu pedoman yang dinamakan “Al-Qur’an”. Demikian sempurnanya Allah mendesain alam semesta dan menjadikan kita sebagai khalifahnya..

Setiap kali kita sibuk dengan urusan dunia kita, dan mengabaikan-Nya, Allah tak pernah langsung mengatakan “putus”. Allah akan membiarkan kita sejenak, lalu menegur kita dengan lembut sehingga kita tersadar dan kembali kepada-Nya. Dan Allah akan selalu menyambut cinta kita.. selalu!

Mencintai-Nya, tak akan mengenal istilah “cinta bertepuk sebelah tangan”, tidak akan merasakan kecewa dari “PHP” dan tidak akan pernah merasakan yang namanya “LDR”

Begitu indahnya menaburkan benih-benih cinta di taman-Nya..
kau tak perlu mata untuk mengisyaratkannya..
tak perlu lisan untuk mengutarakannya
dan tak perlu melatih wajah untuk berekspresi dan membuatnya mengerti..
karena Allah Maha Mengetahui, yang tampak maupun yang tersembunyi..

Lebih dari sekedar ROMANTIS bukan? :-)

Cinta Allah, cinta orang tua, cinta keluarga, dan cinta dari saudara-saudara kita adalah penguat kita untuk terus berkarya! Bukan ber-GALAU ria.

Betapa mirisnya kondisi saat ini, ketika para pemuda di Negara-negara maju sudah berlaga kesana-kemari, Terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, Sementara kita masih saja sibuk menuruti “gejolak hati”

Teruslah berbenah diri, menggali Potensi, menjadi generasi Islami!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"