Senandung Cinta tanpa Jeda

teruntuk ibunda tercinta
Dian Ramadhani 
 
Di balik akasia ini aku masih berdiam diri dan sembunyi
Menatap sinar yang berpendar di sela ranting yang tersentuh jemari
Mengamati arah daun kering yang terbang dibawa angin

Sunyi masih mewarna taman hati yang hampa
Walau kenari tak henti bernyanyi
Ikuti alunan melodi, hentakkan kaki dan menari
Tetap saja, membran timpani tak mau peduli

Mereka sama saja, tak pernah melipur lara sepenuh jiwa..
Tak setia berirama, selalu sirna dalam gulita
Lenyap setiap kali rongga dada mulai pengap

Rangkaian nada dalam dekapan bunda
Sentiasa menyebak aroma bunga di taman jiwa
Yang simfoninya tak jemu menghibur sendu
Meremahkan setiap gundah
Menyatukan puing-puing azzam yang berserakan

Senandung cinta bunda
Tak melemah walau sejatinya lelah
Tak henti beresonansi, acuhkan durasi..

Senandung cinta Bunda tiada gantinya…
Senandung cinta bunda, irama sederhana tetapi sempurna
Senandung cinta bunda…
Senandung tanpa jeda


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"