Sekuntum Rindu...


Oleh : dian ramadhani

Semilir bayu berhembus sendu..
Menembus pori-pori tubuh hampir kaku..
Mengalir dalam darah beku
Menjalar lewati saraf-saraf sendu
Membungkam lidah nan kian kelu

“pilu” gumamku..
Segumpal awan kelabu tak lelah jua selimuti rotasi waktu
Iringi setiap langkah gontaiku

Dimanakah segalanya berlabuh?
Setiap buku yang kubalik hanya berisi kertas lusuh dan rapuh..
Bertuliskan kumpulan huruf terlihat keruh

Setiap lukisan yang ku raba, pucat tanpa warna..
Dimana segala yang telah ku rancang sempurna?

Ribuan detik berlalu. Sejenak ku termangu
dan tenggelam dalam bisu..
Tuhan.. inikah yang dinamakan sekuntum rindu?
 Nyaris sirna ingatan tentang-Mu
Entah kapan terakhir kali terlontar nama-Mu dalam kalbu.. :'(


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti adalah Konsekuensi Mencintai

sekilas kurasa 'ada'

"Kalau sudah besar, kamu mau jadi apa, nak?"